SENSASI PENDENGARAN
OKT 1,
2010 Psikologi Umum
Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal
dalam penerimaan informasi. Sensasi, atau dalam bahasa inggrisnya sensation,
berasal dari kata latin, sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau
intelek. Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran
yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita, seperti temperatur
tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat. Sebuah sensasi dipandang
sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan spontan.
Benyamin B. Wolman (1973, dalam Rakmat,
1994) menyebut sensasi sebagai ”pengalaman elementer yang segera, yang tidak
memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali
berhubungan dengan kegiatan alat indra”. Apa pun definisi sensasi, fungsi alat
indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat
indera, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu
dengan alat inderalah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk
berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indera, manusia sama, bahkan mungkin
rendah lebih dari rumput-rumputan, karena rumput dapat juga mengindra cahaya
dan humiditas.
Sensasi sering dibedakan dari persepsi,
yang melibatkan penilaian, inferensi, interpretasi, bias, atau
prakonseptualisasi, sehingga bisa salah. Sensasi dipandang sebagai pasti,
ditentukan secara mendasar, fakta kasar. Menurut beberapa pendapat, sensasi
lebih berkonotasi pada sebuah hubungan dengan perasaan (tetapi bukan emosi),
sedangkan persepsi lebih berhubungan dengan kognisi. Sensasi sering digunakan
secara sinonim dengan kesan inderawi, sense datum, sensum, dan sensibilium.
Misalnya meja yang terasa kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan
terhadap meja. Sebaliknya persepsi memiliki contoh meja yang tidak enak dipakai
menulis, saat otak mendapat stimulus rabaan meja yang kasar, penglihatan atas
meja yang banyak coretan, dan kenangan di masa lalu saat memakai meja yang
mirip lalu tulisan menjadi jelek.
Jadi proses sensasi dan persepsi itu
berbeda. Dalam ungkapan lain sensasi ialah penerimaan stimulus lewat alat
indra, sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di dalam
otak” (Mahmud, 1990:14). Meskipun alat untuk menerima stimulus serupa pada
setiap individu, interpretasinya berbeda.
Kita mengenal lima alat indera atau
pancaindera. Kita mengelompokannya pada tiga macam indera penerima, sesuai
dengan sumber informasi. Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar
(eksternal) atau dari dalam diri (internal). Informasi dari luar diindera
oleh eksteroseptor (misalnya, telinga
atau mata). Informasi dari dalam diindera oleh ineroseptor (misalnya,
system peredaran darah). Gerakan tubuh kita sendiri diindera oleh propriseptor (misalnya, organ vestibular).
Kata kunci pencarian:
sensasi
pendengaran, sensasi vestibular, teori intensitas dalam psikologi, pengertian
intensitas dalam psikologi, interpretasi psikologi, apa itu prakonseptualisasi,
pendengaran dalam psikologi, sensasi dalam ilmu psikologi umum, intensitas
psikologi, psikologi umum alat indera pendengaran, hubungan pendengaran dengan
psikologi, hubungan pendengaran dengan kajian psikologi, contoh interpretasi di
psikologi, pengertian interpretasi psikologis, penjelasan telinga yang
berhubungan dengan psikologi, psikologi pendengaran, teori intensitas, teori
frekuensi dalam psikologi, psikologi umum tentang pendengaran, tahap tahap dan
definisi interpretasi dalam psikologi
Tags: amplitudo, Benyamin B.Wolman, bias, desibel, eksteroseptor, frekuensi, indera,ineroseptor, inferensi, intensitas, interpretasi, pdf, pendengaran, prakonseptualisasi,propiroseptor, sensasi, telinga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar