Sabtu, 04 November 2017

Kesadaran

Pengertian Kesadaran 

Secara harfiah, kesadaran sama artinya dengan mawas diri (awareness). Kesadaran juga bisa diartikan sebagai kondisi dimana seorang individu memiliki kendali penuh terhadap stimulus internal maupun stimulus eksternal. Namun, kesadaran juga mencakup dalam persepsi dan pemikiran yang secara samar-samar disadari oleh individu sehingga akhirnya perhatiannya terpusat.

Ada dua macam kesadaran, yaitu:
1. Kesadaran Pasif
Kesadaran pasif adalah keadaan dimana seorang individu bersikap menerima segala stimulus yang diberikan pada saat itu, baik stimulus internal maupun eksternal.
2. Kesadaran Aktif
Kesadaran aktif adalah kondisi dimana seseorang menitikberatkan pada inisiatif dan mencari dan dapat menyeleksi stimulus-stimulus yang diberikan.

Teori kesadaran Menurut Carl G Jung
Kesadaran menurut Jung terdiri dari 3 sistem yang saling berhubungan yaitu kesadaran atau biasa disebut ego, ketidasadaran pribadi (personal unconsciousness) dan ketidaksadaran kolektif (collective unconscious)

1. Ego
Ego merupakan jiwa sadar yang terdiri dari persepsi, ingatan, pikiran dan perasaan-perasaan sadar. Ego bekerja pada tingkat conscious Dari ego lahir perasaan identitas dan kontinyuitas seseorang. Ego seseorang adalah gugusan tingkah laku yang umumnya dimiliki dan ditampilkan secara sadar oleh orang-orang dalam suatu masyarakat. Ego merupakan bagian manusia yang membuat ia sadar pada dirinya.

2. Personal Unconscious
Struktur psyche ini merupakan wilayah yang berdekatan dengan ego. Terdiri dari pengalaman-pengalaman yang pernah disadari tetapi dilupakan dan diabaikan dengan cara repression atau suppression. Pengalaman-pengalaman yang kesannya lemah juga disimpan kedalam personal unconscious. Penekanan kenangan pahit kedalam personal unconscious dapat dilakukan oleh diri sendiri secara mekanik namun bisa juga karena desakan dari pihak luar yang kuat dan lebih berkuasa.

Kompleks adalah kelompok yang terorganisir dari perasaan, pikiran dan ingatan-ingatan yang ada dalam personal unconscious. Setiap kompleks memilki inti yang menarik atau mengumpulkan berbagai pengalaman yang memiliki kesamaan tematik, semakin kuat daya tarik inti semakin besar pula pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia. Kepribadian dengan kompleks tertentu akan didominasi oleh ide, perasaan dan persepsi yang dikandung oleh kompleks itu.

3. Collective Unconscious
Merupakan gudang bekas ingatan yang diwariskan dari masa lampau leluhur seseorang yang tidak hanya meliputi sejarah ras manusia sebagai sebuah spesies tersendiri tetapi juga leluhur pramanusiawi atau nenek moyang binatangnya. Collective unconscious terdiri dari beberapa Archetype, yang merupakan ingatan ras akan suatu bentuk pikiran universal yang diturunkan dari generasi ke generasi. Bentuk pikiran ini menciptakan gambaran-gambaran yang berkaitan dengan aspek-aspek kehidupan, yang dianut oleh generasi terentu secara hampir menyeluruh dan kemudian ditampilkan berulang-ulang pada beberapa generasi berikutnya. Beberapa archetype yang dominan seakan terpisah dari kumpulan archetype lainnya dan membentuk satu sistem sendiri.

Tori kesadaran Sigmund Freud
Dalam teori tentang alam sadar (Conscious Mind), Freud menjelaskan bahwa alam sadar adalah satu-satunya bagian yang memiliki kontak langsung dengan realitas. Terkait dengan alam sadar ini adalah apa yang dinamakan oleh Freud sebagai alam pra-sadar (Preconscious Mind), yaitu jembatan antara Conscious dan Unconscious, berisikan segala sesuatu yang yang dengan mudah dipanggil ke alam sadar, seperti kenangan-kenangan yang walaupun tidak kita ingat ketika kita berpikir, tetapi dapat dengan mudah dipanggil lagi, atau seringkali disebut sebagai “kenangan yang sudah tersedia” (available memory).

Alam bawah sadar (Unconscious Mind), merupakan bagian yang paling dominan dan penting dalam menentukan perilaku manusia. Mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa ke alam sadar, seperti nafsu dan insting kita serta segala sesuatu yang masuk ke dalamnya karena kita tidak mampu menjangkaunya, seperti kenangan pahit atau emosi yang terkait dengan trauma.

Freud berpendapat bahwa alam bawah sadar adalah sumber dari motivasi dan dorongan yang ada dalam diri kita, apakah itu hasrat yang sederhana seperti makanan atau seks, daya-daya neurotik, atau motif yang mendorong seorang seniman atau ilmuwan berkarya. Namun anehnya, menurut Freud, kita sering terdorong untuk mengingkari atau menghalangi seluruh bentuk motif ini naik ke alam sadar. Oleh karena itu, motif-motif itu kita kenali dalam wujud samar-samar.

Freud mengembangkan konsep struktur mind di atas dengan mengembangkan ‘mind apparatus’, yaitu yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id, ego dan super ego.

1. Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan
bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera.
2. Ego berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan
mengambil keputusan atas perilaku manusia.
3. Superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan
moral. Superego, berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk
dan moral. Apabila terjadi pelanggaran nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa bersalah.

Ego selalu menghadapi ketegangan antara tuntutan id dan superego. Apabila tuntutan ini tidak berhasil diatasi dengan baik, maka ego terancam dan muncullah kecemasan (anxiety). Dalam rangka menyelamatkan diri dari ancaman, ego melakukan reaksi defensif /pertahanan diri. Hal ini dikenal sebagai defense mecahnism yang jenisnya bermacam-macam.

Rabu, 29 Juni 2016

Kesadaran Pengertian Kesadaran

Kesadaran

Pengertian Kesadaran 

Secara harfiah, kesadaran sama artinya dengan mawas diri (awareness). Kesadaran juga bisa diartikan sebagai kondisi dimana seorang individu memiliki kendali penuh terhadap stimulus internal maupun stimulus eksternal. Namun, kesadaran juga mencakup dalam persepsi dan pemikiran yang secara samar-samar disadari oleh individu sehingga akhirnya perhatiannya terpusat.

Ada dua macam kesadaran, yaitu:
1. Kesadaran Pasif
Kesadaran pasif adalah keadaan dimana seorang individu bersikap menerima segala stimulus yang diberikan pada saat itu, baik stimulus internal maupun eksternal.
2. Kesadaran Aktif
Kesadaran aktif adalah kondisi dimana seseorang menitikberatkan pada inisiatif dan mencari dan dapat menyeleksi stimulus-stimulus yang diberikan.

Teori kesadaran Menurut Carl G Jung
Kesadaran menurut Jung terdiri dari 3 sistem yang saling berhubungan yaitu kesadaran atau biasa disebut ego, ketidasadaran pribadi (personal unconsciousness) dan ketidaksadaran kolektif (collective unconscious)

1. Ego
Ego merupakan jiwa sadar yang terdiri dari persepsi, ingatan, pikiran dan perasaan-perasaan sadar. Ego bekerja pada tingkat conscious Dari ego lahir perasaan identitas dan kontinyuitas seseorang. Ego seseorang adalah gugusan tingkah laku yang umumnya dimiliki dan ditampilkan secara sadar oleh orang-orang dalam suatu masyarakat. Ego merupakan bagian manusia yang membuat ia sadar pada dirinya.

2. Personal Unconscious
Struktur psyche ini merupakan wilayah yang berdekatan dengan ego. Terdiri dari pengalaman-pengalaman yang pernah disadari tetapi dilupakan dan diabaikan dengan cara repression atau suppression. Pengalaman-pengalaman yang kesannya lemah juga disimpan kedalam personal unconscious. Penekanan kenangan pahit kedalam personal unconscious dapat dilakukan oleh diri sendiri secara mekanik namun bisa juga karena desakan dari pihak luar yang kuat dan lebih berkuasa.

Kompleks adalah kelompok yang terorganisir dari perasaan, pikiran dan ingatan-ingatan yang ada dalam personal unconscious. Setiap kompleks memilki inti yang menarik atau mengumpulkan berbagai pengalaman yang memiliki kesamaan tematik, semakin kuat daya tarik inti semakin besar pula pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia. Kepribadian dengan kompleks tertentu akan didominasi oleh ide, perasaan dan persepsi yang dikandung oleh kompleks itu.

3. Collective Unconscious
Merupakan gudang bekas ingatan yang diwariskan dari masa lampau leluhur seseorang yang tidak hanya meliputi sejarah ras manusia sebagai sebuah spesies tersendiri tetapi juga leluhur pramanusiawi atau nenek moyang binatangnya. Collective unconscious terdiri dari beberapa Archetype, yang merupakan ingatan ras akan suatu bentuk pikiran universal yang diturunkan dari generasi ke generasi. Bentuk pikiran ini menciptakan gambaran-gambaran yang berkaitan dengan aspek-aspek kehidupan, yang dianut oleh generasi terentu secara hampir menyeluruh dan kemudian ditampilkan berulang-ulang pada beberapa generasi berikutnya. Beberapa archetype yang dominan seakan terpisah dari kumpulan archetype lainnya dan membentuk satu sistem sendiri.

Tori kesadaran Sigmund Freud
Dalam teori tentang alam sadar (Conscious Mind), Freud menjelaskan bahwa alam sadar adalah satu-satunya bagian yang memiliki kontak langsung dengan realitas. Terkait dengan alam sadar ini adalah apa yang dinamakan oleh Freud sebagai alam pra-sadar (Preconscious Mind), yaitu jembatan antara Conscious dan Unconscious, berisikan segala sesuatu yang yang dengan mudah dipanggil ke alam sadar, seperti kenangan-kenangan yang walaupun tidak kita ingat ketika kita berpikir, tetapi dapat dengan mudah dipanggil lagi, atau seringkali disebut sebagai “kenangan yang sudah tersedia” (available memory).

Alam bawah sadar (Unconscious Mind), merupakan bagian yang paling dominan dan penting dalam menentukan perilaku manusia. Mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa ke alam sadar, seperti nafsu dan insting kita serta segala sesuatu yang masuk ke dalamnya karena kita tidak mampu menjangkaunya, seperti kenangan pahit atau emosi yang terkait dengan trauma.

Freud berpendapat bahwa alam bawah sadar adalah sumber dari motivasi dan dorongan yang ada dalam diri kita, apakah itu hasrat yang sederhana seperti makanan atau seks, daya-daya neurotik, atau motif yang mendorong seorang seniman atau ilmuwan berkarya. Namun anehnya, menurut Freud, kita sering terdorong untuk mengingkari atau menghalangi seluruh bentuk motif ini naik ke alam sadar. Oleh karena itu, motif-motif itu kita kenali dalam wujud samar-samar.

Freud mengembangkan konsep struktur mind di atas dengan mengembangkan ‘mind apparatus’, yaitu yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id, ego dan super ego.

1. Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan
bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera.
2. Ego berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan
mengambil keputusan atas perilaku manusia.
3. Superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan
moral. Superego, berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk
dan moral. Apabila terjadi pelanggaran nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa bersalah.

Ego selalu menghadapi ketegangan antara tuntutan id dan superego. Apabila tuntutan ini tidak berhasil diatasi dengan baik, maka ego terancam dan muncullah kecemasan (anxiety). Dalam rangka menyelamatkan diri dari ancaman, ego melakukan reaksi defensif /pertahanan diri. Hal ini dikenal sebagai defense mecahnism yang jenisnya bermacam-macam.

EMOSI

EMOSI



Emosi adalah keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan, keberanian yang bersifat subjektif. Pada tahun 1899, Charles Darwin dengan penelitiannya tentang emosi manusia. Menjadikan objeknya berupa rasa takut dan emosi yang memperhatikan fungsi dari emosi terhadap hewan dan manusia. Salah satu pandangannya yang luas adalah tentang emosi yang berevolusi dari waktu ke waktu melalui seleksi alam.  (Cacioppo & others, 1999) menurut pandangan ini 2 golongan umum tentang emosi adalah kelangsungan hidup  dengan adaptasi dan seleksi alam. (Cacioppo & others, 1999) ) binatang termasuk juga manusia yang bereaksi terhadap rangsangannya  yang berbahaya  (seperti ular berbisa) dengan mengalami emosi akan mencegah rangsangan yang berbahaya dan untuk bertahan hidup. Begitu pula, hewan yang bereaksi terhadap stimulasi yang bermanfaat (seperti teman-teman dan makanan) bersama emosi positif yang ada pada diri mereka dan akan lebih mungkin untuk dapat bertahan hidup dan bereproduksi (Damasio, 2001). Jadi, emosi negatif dan emosi positif adalah kunci kita bertahan hidup .
1.      Emosi manusia dibedakan dalam dua bagian:
·         Emosi positif (emosi yang menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya, diantaranya adalah cinta, sayang, senang, gembira, kagum, dan sebagainya.
·         Emosi negatif (emosi yang tidak menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya, diantaranya adalah sedih, marah, benci, takut dan sebagainya.

2.      Kemarahan dan ketakutan identik berhubungan dengan emosinal.  Ada banyak alasan untuk percaya bahwa ketakutan dan kemarahan terdapat dalam banyak variasi dari emosi yang sama. Ide ini berawal pada ‘flight or fight’ sindrom dijelaskan dalam Williams james, buku teks psikologi pertama di terbitkan pada tahun 1980. Emosi negative yang intens mempersiapkan individu untuk lari dari ketakutan atau melawan dalam  kemarahan. Dua emosi pada dasarnya identik di tingkat psikologi, tetapi banyak faktor menentukan apakah emosi akan mengalami ketakutan atau kemarahan.
3.      Hubungan cinta dengan emosinal, banyak ahli menganggap cinta berbeda dengan emosi lainnya. Memang, pengalaman cinta yang romantis sering melibatkan banyak emosi yang seluruh pada peta emosional.

3 teori emosi
penjelasan psikologis emosi membedakan unsure-unsur dasar yang sama dari pengalaman emosi:
(a) adanya situasi stimulus yang menimbulkan reaksi.
(b) adanya pengalaman sadar atau“emosi” yang kita rasakan.
(c) adanya perubahan yang terjad diotak, system saraf otonom dan kelenjar endoktrin yang menciptakan gairah fisiologis pada organ visceral.
(d) adanya kaitan perilaku yang pada umumnya menyertai emosi 
Contoh: pada  hewan yang takut, gemetar, kemudian lari.


3 teori utama mengemukakan tentang penjelasan cara kerja emosi
                
James-LangeTheory
umumnya melihat emosi  sebagai stimulus  seperti melihat seorang perampok yang membuat kita sadar, merasa takut dan sadar akan ketakutan. Bagaimanapun, William James (1890) menyarankan bahwa unsur-unsur emosi terjadi dalam urutan yang berlawanan . Ia percaya bahwa stimulus emosional yang diarahkan (oleh pusat relay sensorik dikenal sebagai thalamus) langsung ke system limbic , yang beroperasi melalui hipotalamus dan pembagian simpatik dari sistem saraf otonom untuk mengaktifkan bagian-bagian tubuh untuk mengatasi kondisi darurat (ketegangan otot, berkeringat, peningkatan denyut jantung dan pernapasan dan sebagainya) . Sensasi dari gairah tubuh tersebut kemudian dikirim kembali ke korteks dan menghasilkan perasaan sadar akan emosi kita. Menurut James, “Kita merasa menyesal karena kita menangis, marah karena kita emosi, takut karena kita gemetar.” Beberapa tahun kemudian , ahli fisiologi Denmark Carl Lange (1922) dengan pendiriannya mengusulkan teori yang sama, sehingga dikenal sampai hari ini sebagai James-Lange Theory of  Emotion .

Saat ini terdapat bukti substansial bahwa reaksi yang diaktifkan difusi oleh sistem saraf otonom memainkan peran kunci mengenai pengalaman sadar akan emosi. Menariknya, bagian yang sangat penting dari umpan balik sensoris ini berasal dari otot wajah (Izard, 1972, 1991, 1997). Faktanya, Dari 44 otot diwajah, 40 diantaranya berfungsi semata-mata untuk ekspresi emosional dan4 lainnya untuk memuka mulut berbicara dan mengunyah.  Dalam studi klasik, individu yang diberikan kejutan listrik melaporkan lebih sedikit merasakan sakit ketika mereka diberitahukan untuk tidak membuat reaksi wajah shock daripada ketika mereka menunjukkan emosi diwajah mereka secara spontan.

TEORI CANNON BARD
Teori cannon bard. Universitas biologi walter cannon Harvard 1927. Membuktikan teori emosi alternative yang sangat berbeda dari teori emosi James-Lange. Baru-baru ini teorinya diperbaruhi oleh phillip  Bard (1934) yang dikenal sebagai teori emosi Cannon Bard. Menurut teori Cannon Bard. Informasi dari stimulus yang memperoleh emosi langsung disalurkan ke thalamus dari sana  informasi secara serentak disampaikan ke kedua korteks serebral yang memeroses pengalaman emosional ke hipotalamus dan sistem syaraf otonom, yang dimana ia menghasilan gairah psikologi yang memperpersiapkan hewan untuk bertarung, melarikan diri atau bereaksi dengan cara-cara lainnya. Menurut cannon dan bard, pengalaman emosional dan gairah psikologi pada tubuh terhadap dua simultan tapi tidak saling bergantungan terhadap suatu peristiwa.
TEORI KOGNITIF
Teori ini menyatakan bahwa interpretasi dari kejadian-kejadian di dunia luar serta stimulus dari dalam diri merupakan faktor kunci dari emosi(stres).

Teori ini berkaitan erat dengan teori Magda Arnold(1962), Albert Ellis(1962), Stanley Schachter dan Jerome Singer(1962). Berdasarkan beberapa teoritis diatas, proses interpretasi kognitif terbagi kedalam dua langkah:

1. Interpretasi stimulus dari lingkungan
2. Interpretasi stimulus dari tubuh

Step 1: interpretasi masuknya stimulus
Stress  merupakan bagian dari berbagai peristiwa positif. Tetapi stress dialami secara umum merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Perlu ditekankan bahwa faktor psikologis akan mempengaruhi biologis seseorang. Apa yang mempengaruhi pikiran juga akan mempengaruhi tubuh (McEwen, 1998 dalam Lahey,2009)
            Akan tetapi reaksi setiap orang terhadap stress akan sangat berbeda, yaitu :
 Ada orang yang dalam menghadapi stress juga akan disertai masalah fisik serius. Ada juga yang menghadapi stress seperti sama sekali tidak sedang mengalami apa-apa dan bahkan mungkin merasa peristiwa itu sebagai sesuatu yang menantang dan menarik (Atkinson dkk,2010).
         Stress adalah berbagai peristiwa atau keadaan yang menegangkan atau melebihi kemampuan individu untuk dihadapi/diatasi.

Bukti yang mendukung aspek dari teori kognitif telah dibuktikan oleh eksperimen dimana 4 grup mahasiswa dipertontonkan kepada sebuah film tentang operasi sunat tanpa bius yang dilakukan oleh suku Aborigin sebagai bagian dari pubertas (Speisman & others, 1964). Grup pertama menonton film tersebut tanpa soundtrack. Grup kedua mendengar soundtrack yang menekankan pada rasa sakit yang dialami anak laki-laki.Grup ketiga mendengar soundtrack yang menjelaskan tentang operasi diluar jalur yang intelektual.Grup keempat mendengar soundtrack yang tidak mementingkan operasi yang menyakitkan dengan cara membicarakn tentang hal yang tidak relevan.
Meskipun semua siswa menonton film yang sama, soundtracklah yang mempengaruhi interpretasi kognitif dari apa yang mereka lihat. Grup yang mendengar soundtrack yang menekankan pada rasa sakitnya operasi menunjukkan Gairah yang lebih besar daripada grup yang tidak mendengar soundtrack sama sekali. Soundtrack yang menekankan pada rasa sakit lebih menunjukkan interpretasi sebagai film yang menjengkelkan. Grup yang mendengar soundtrack yang tidak menekankan pada emosi alamiah dari kejadian tersebut, baik dengan cara mengintelektualkan ataupun tidak mementingkannya menunukkan gairah yang lebih sedikit. Tampaknya, interpretasi kognitif (didorong oleh soundtrack) mengubah arti emosional dari film secara luas.


DAFTAR PUSTAKA
Lahey, B. Benjamin; 2012; Psychology  An Introduction; New York; McGraw-Hill

MOTIVASI

MOTIVASI A.MOTIVASI Motivasi berpangkal dari kata "motif" yang dapat diartikan sebagai daya  penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai  suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Motivasi berarti bergerak kearah tertentu. Jadi motivasi berusaha memehami sebab perilaku seseorang. Teori Motivasi yang berupa dorongan ada 2, yaitu : Pull Teory (menarik/insentiv) Artinya sesuatu yang ada diluar individu yang membuatnya tertarik sehingga berperilaku tertentu. Ex : di rumah panas, di mall lebih dingin dan dia ingin dingin maka dia akan pergi ke mall untuk mendapatkan kenyamanannya (suasana yang dingin dan intensiv. Push Teory (mendorong/drive) Artinya apa yang ada di dalam dirimya sendiri yang mendorongnya untuk berperilaku. Yang banyak dipakai disini adalah ‘need’. Apabila dia butuh sosial yang tinggi dia akan sering bertemu dengan orang. Ingin berinteraksi dia berbuat tertentu untuk berprestasi. Psikologi dalam meneliti sesuatu berusaha untuk empiris.  Dilihat kalau faktor dari luar dihilangkan maka motivasinaya berkurang/hilang, berarti ia bertindak karena pull. Begitupun sebaliknya. Misalnya diteori kepolisian ada pepatah “kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan”. Dalam hal ini proses yang terjadi adalah niat lalu insentif (sesuatu yang dari luar mendorong berbuat sesuatu, ada yang menyenangkan/baik atau tidak baik/buruk) dan kesempatan barulah drive. Motivasi merupakan sesuatu yang menyebabkan nyaman/tidak dari dalam ataupun luar. Ex : Malu. Dia malu mendapatkan nilai jelek. Malunya pada pada orang lain merupakan faktor dari luar (dia malu karena orang lain). Teori-teori emosi antara lain : TEORI INSTING/NALURI DRIVE-REDUCTION THEORY Insting disini diartikan sebagai kekuatan biologis bawaan, yang mempengaruhi organisme untuk berperilaku dengan cara tertentu dalam keadaan yang tepat Penganut : William Mc. Dougal Berdasarkan teori ini semua pikiran dan perilaku kita merupakan hasil dari naluri yang diwariskan Drive : dorongan/energi  berperilaku untuk memenuhi kebutuhan tertentu Ada 2 drive : Primary drive : biological need (lapar, haus, sex) Secondary drive : drive yg bukan biological need (ex: need for achievement) Berdasar teori ini organisme berusaha mengurangi dorongan tsb, dgn berbuat sesuatu untuk memenuhi kebutuhan tsb. à Disinilah muncul motivasi AROUSAL THEORY Berdasarkan teori ini seseorang akan mencoba mempertahankan stimulasi dan aktivitas pada level tertentu,meningkatkan dan menurunkannya jika diperlukan Dari teori ini muncul prinsip YERKES-DODSON LAW yaitu level tertentu dari munculnya motivasi menghasilkan tugas-tugas performance yang optimal INCENTIVE THEORY Incentive : stimulus eksternal yang digunakan sebagai reward langsung dan sebagai energi dari perilaku Motivasi muncul karena adanya stimulus eksternal COGNITIVE THEORY Teori ini memfokuskan pada peran pikiran, harapan dan pengertian individu tentang lingkungan Disini dibedakan : Motivasi intrinsik Motivasi ekstrinsik Pada teori ini muncul EXPECTANCY VALUE THEORY : Individu dimotivasi oleh harapaan dimana perilaku individu akan dikaitkan dengan tujuan dan pengertian tentang pentingnya tujuan tersebut MASLOW’S HIERARCHY Maslow menyusun hierarki kebutuhan mulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks Disini individu berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut, shg muncul motivasi Hirearki tersebut dimulai dari yang paling dasar : Kebutuhan fisiologis Kebutuhan rasa aman Kebutuhan untuk rasa memiliki atau sosial Kebutuhan harga diri Kebutuhan untuk mengaktualisasi diri B.KEBUTUHAN DAN MOTIVASI 1.Lapar Merupakan motivator yang kuat. Perilaku makan dipengaruhi oleh faktor fosiologis, lingkungan dan sosial. 2. Seks Kebutuhan ini tidak vital terhadap kelangsungan hidup organisme tetapi penting bagi kelangsungan hidup spesies . Perilaku seksual tergantung pada kombinasi faktor internal (mekanisme hormon dan otak) dan faktor eksternal (rangsangan lingkungan yg disadari maupun yang tdk disadari). Pada manusia, faktor yg mempengaruhi prlk seksual selain faktor hormon dan hadirnya org lain, juga adanya obyek2 yg dekat, pemandangan ttt, bau, suara dan stimulus lain yg bisa membangkitkan ketertarikan seksual. 3.The Need for Achievement Kebutuhan untuk berprestasi. Orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi cenderung sukses. Kebutuhan berprestasi ini dapat diukur dengan TAT, EPPS. 4.The Need for Affiliation Kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. Hal ini memotivasi seseorang untuk mencari teman. Pada wanita kebutuhan ini lebih besar dibanding pria. 

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/zana-purie/psikologi-umum-motivasi_551b68a38133116f0c9de6b4

SENSASI PENDENGARAN






Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi, atau dalam bahasa inggrisnya sensation, berasal dari kata latin, sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek. Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita, seperti temperatur tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat. Sebuah sensasi dipandang sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan spontan.
Benyamin B. Wolman (1973, dalam Rakmat, 1994) menyebut sensasi sebagai ”pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indra”. Apa pun definisi sensasi, fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indera, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu dengan alat inderalah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indera, manusia sama, bahkan mungkin rendah lebih dari rumput-rumputan, karena rumput dapat juga mengindra cahaya dan humiditas.Title: http://psikologi.or.id/myincludes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif
Sensasi sering dibedakan dari persepsi, yang melibatkan penilaian, inferensi, interpretasi, bias, atau prakonseptualisasi, sehingga bisa salah. Sensasi dipandang sebagai pasti, ditentukan secara mendasar, fakta kasar. Menurut beberapa pendapat, sensasi lebih berkonotasi pada sebuah hubungan dengan perasaan (tetapi bukan emosi), sedangkan persepsi lebih berhubungan dengan kognisi. Sensasi sering digunakan secara sinonim dengan kesan inderawi, sense datum, sensum, dan sensibilium. Misalnya meja yang terasa kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap meja. Sebaliknya persepsi memiliki contoh meja yang tidak enak dipakai menulis, saat otak mendapat stimulus rabaan meja yang kasar, penglihatan atas meja yang banyak coretan, dan kenangan di masa lalu saat memakai meja yang mirip lalu tulisan menjadi jelek.
Jadi proses sensasi dan persepsi itu berbeda. Dalam ungkapan lain sensasi ialah penerimaan stimulus lewat alat indra, sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di dalam otak” (Mahmud, 1990:14). Meskipun alat untuk menerima stimulus serupa pada setiap individu, interpretasinya berbeda.
Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera. Kita mengelompokannya pada tiga macam indera penerima, sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar (eksternal) atau dari dalam diri (internal). Informasi dari luar diindera oleh eksteroseptor (misalnya, telinga atau mata). Informasi dari dalam diindera oleh ineroseptor (misalnya, system peredaran darah). Gerakan tubuh kita sendiri diindera oleh propriseptor (misalnya, organ vestibular).

Kata kunci pencarian:

sensasi pendengaran, sensasi vestibular, teori intensitas dalam psikologi, pengertian intensitas dalam psikologi, interpretasi psikologi, apa itu prakonseptualisasi, pendengaran dalam psikologi, sensasi dalam ilmu psikologi umum, intensitas psikologi, psikologi umum alat indera pendengaran, hubungan pendengaran dengan psikologi, hubungan pendengaran dengan kajian psikologi, contoh interpretasi di psikologi, pengertian interpretasi psikologis, penjelasan telinga yang berhubungan dengan psikologi, psikologi pendengaran, teori intensitas, teori frekuensi dalam psikologi, psikologi umum tentang pendengaran, tahap tahap dan definisi interpretasi dalam psikologi


SENSASI PADA ALAT INDERA MANUSIA

SENSASI PADA ALAT INDERA MANUSIA

A.      PENGERTIAN SENSASI
Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi, atau dalam bahasa inggrisnyasensation, berasal dari kata latin, sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek. Sensasi adalah suatu perasaan yang timbul akibat adanya stimulus suatu reseptor. Sensasi yang berlangsung secara terus-menerus disebut sensasi beriringan (after image).
Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita, seperti temperatur tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat. Sebuah sensasi dipandang sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan spontan.
Benyamin B. Wolman (1973, dalam Rakmat, 1994) menyebut sensasi sebagai ”pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indra”. Apa pun definisi sensasi, fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indera, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu dengan alat inderalah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya.
Sensasi sering dibedakan dari persepsi, yang melibatkan penilaian, inferensi, interpretasi, bias, atau prakonseptualisasi, sehingga bisa salah. Sensasi dipandang sebagai pasti, ditentukan secara mendasar, fakta kasar. Menurut beberapa pendapat, sensasi lebih berkonotasi pada sebuah hubungan dengan perasaan (tetapi bukan emosi), sedangkan persepsi lebih berhubungan dengan kognisi. Sensasi sering digunakan secara sinonim dengan kesan inderawi, sense datum, sensum, dan sensibilium. Misalnya meja yang terasa kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap meja.
Jadi proses sensasi dan persepsi itu berbeda. Dalam ungkapan lain sensasi ialah penerimaan stimulus lewat alat indra, sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di dalam otak” (Mahmud, 1990:14). Meskipun alat untuk menerima stimulus serupa pada setiap individu, interpretasinya berbeda.


B.       TAHAPAN DARI PROSES SENSASI
a.     proses fisik : stimulus mengenai alat indera atau reseptor disebut sebagai proses kealaman.
b.    proses fisiologis : stimulus yang mengenai alat indera diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak.
c.     proses psikologis : proses di otak yang menyebabkan organisme mampu menyadari apa yang diterima dengan inderanya.

C.      PROSES KERJA SENSASI
Sensasi adalah deteksi energi fisik yang dihasilkan atau dipantulkan oleh objek-objek fisik; terjadi ketika energi dalam lingkungan eksternal atau dalam tubuh merangsang reseptor dalam organ-organ indera.
Sensasi dimulai dari reseptor indera (sense receptor), sel yang terletak di organ indera. Reseptor untuk bau, tekanan, rasa sakit, dan suhu merupakan perpanjangan (dendrit) dari saraf-saraf sensorik. Reseptor untuk penglihatan, pendengaran, dan rasa merupakan sel-sel khusus yang terpisahkan dari saraf sensorik oleh sinapsis.
Ketika reseptor indera mendeteksi sebuah stimulus-cahaya, tekanan mekanis, atau molekul kimia-reseptor ini mengubah energi dari stimulus tersebut menjadi impuls listrik yang berjalan sepanjang saraf menuju otak.
Reseptor indera (pengawas) bertugas meneliti daerah tubuh untuk mencari tanda-tanda aktivitas. Pengawas tidak dapat membuat keputusan sendiri, melainkan harus meneruskan apa yang dipelajari kepada saraf-saraf sensorik (komandan lapangan). Saraf sensorik dalam sistem saraf perifer harus melaporkan pada pusat komando (sel-sel otak). Kemudian pusat komando bertanggung jawab untuk menganalisis laporan tersebut dan memutuskan apa arti informasi tersebut.
Semua saraf sensorik menggunakan bentuk komunikasi yang sama, yaitu impuls saraf. Sistem saraf mengubah pesan-pesan yang ditangkap menjadi kode. Salah satu jenis kode yaitu kode anatomis, yang dikenalkan oleh Johannes Muller (1826) sebagai doktrin energi saraf spesifik (doctrine of specific nerve energy).
Doktrin energi saraf spesifik adalah suatu prinsip yang menyatakan bahwa modalitas sensoris yang berbeda muncul karena sinyal-sinyal yang diterima oleh organ-oran indera merangsang jalan saraf yang berbeda-beda yang mengarah pada area-area yang berada di
 otak. Seperti: sinyal dari mata menyebabkan impuls berjalan sepanjang saraf optik menuju ke korteks visual. Sinyal dari telinga menyebabkan impuls berjalan dari saraf auditoris menuju korteks auditoris. Gelombang cahaya dan suara menghasilkan sensasi berbeda karena adanya perbedaan anatomi ini.

D.      CIRI SENSASI
a.      Modalitas (modalitas dari sensasi adalah panca indera).
b.      Kualitas atau mutu
c.      Adaptasitas
d.      Intensivitas atau kekuatan
e.      Durasitas atau lama

E.       SYARAT TERJADINYA SENSASI
a.     Adanya objek yang diamati atau kekuatan stimulus. Objek menimbulkan stimulus yang mengenai indera (reseptor) sehingga terjadi sensasi. Untuk bisa diterima oleh indera diperlukan kekuatan stimulus yang disebut sebagai ambang mutlak (absolute threshold).
b.    Kepastian alat indera (reseptor) yang cukup baik serta syaraf (sensoris) yang baik sebagai penerus kepada pusat otak (kesadaran) untuk menghasilkan respon.
c.     Pengalaman dan lingkungan budaya. Pengalaman dan budaya mempengaruhi kapasitas alat indera yang mempengaruhi sensasi.

F.       MENGUKUR BENDA
1. Spectrum Electromagnet, sistem visual kita hanya mendeteksi sebagian kecil dari energi elektromagnetis yang ada di sekitar kita.
2. Teori Sinyal-Deteksi (signal-detection theory) yaitu teori psikofisika yang membagi deteksi sinyal sensorik menjadi proses sensorik dan proses pengambilan keputusan. Menurut teori ini respon seorang pengamat dalam tugas mendeteksi sinyal dapat dibagi menjadi proses penginderaan yang tergantung pada intensitas stimulus dan proses keputusan yang dipengaruhi oleh kecenderungan pada respon pengamat.



G.      ADAPTASI SENSORIK
•Adaptasi sensorik (sensory adaptation) adalah pengurangan atau menghilangnya kepekaan sensorik ketika stimulus tidak berubah atau terjadi berulang-ulang.
•Deprivasi sensorik (sensory deprivation) merupakan ketiadaan tingkat stimulasi sensoris yang normal
•Atensi selektif (selective attention) adalah pemusatan perhatian pada aspek-aspek lingkungan yang terpilih dan pengabaian aspek lainnya.
•Kebutaan inatensional (inattentional blindness) adalah kegagalan untuk secara sadar memprsepsikan sesuatu yang sedang kita lihat karena kita tidak memperhatika objek tersebut. Seperti pepatah “we look, but do not see” (Mack, 2003).

H.      UJI SENSORIK DAN MOTORIK
Informasi dihantarkan melalui sistem saraf dalam bentuk implus saraf. Atau potensi aksi, suatu peristiwa yang bersifat, ya atau tidak sama sekali suatu potensial aksi yang dipacu oleh cahaya yang mengenai mata sama seperti potensial aksi yang dipacu oleh udara yang bergetar didalam telinga, kemampuan untuk membedakan banyak jenis stimulus, seperti penglihatan atau suara, bergantung pada bagian otak yang menerima sinyal tersebut, masalahnya adalah kemana implus itu pergi, bukan apa yang memicunya.
Potensial aksi yang mencapai otak melalui neuron sensori disebut sensasi. Pada saat otak mengetahui adanya sensasi, otak menterjemahkan, yang memberikan kita persepsi akan stimulus tersebut. Persepsi seperti warna, bau, suara, dan cita rasa, merupakan konstruksi bentuk otak dan bukan dari yang lainnya, dengan demikian, jika sebuah pohon tumbang dan tidak ada yang mendengarnya, apakah ada suara ? jatuhnya pohon itu tentunya menghasilkan gelombang tekanan di udara, akan tetapi jika suara didefinisikan sebagai persepsi , maka tidak ada suara kecuali reseptor sensori mendeteksi gelombang dan otak hewan mempersepsikannya. (Campbell, 2004).
Reseptor sensori mentransduksikan energi stimulus dan menghantarkan sinyal ke sistem saraf. Semua stimulus mempersentasikan bentuk-bentuk energi dan fungsi umum sel-sel reseptor adalah merubah energi stimulus menjadi perubahan dalam potensial membran dan kemudian menghantarkan sinyal ke sistem syaraf. Tugas ini terdiri atas empat fungsi, tranduksi sensori, amplifikasi, transmisi dan integrasi.


I.         PROSES SENSORI
Indra mempunyai sel-sel reseptor khusus untuk mengenali perubahan lingkungan. Indra yang kita kenal. Kelima indra tersebut berfungsi untuk mengenali perubahan lingkungan luar, oleh karenanya disebut eksoreseptor.
Reseptor yang berfungsi untuk mengenali lingkungan dalam, misalnya nyeri, kadar oksigen atau karbon dioksida, kadar glukosa dan sebagainya, disebut interoreseptor.
Sel-sel interoreseptor misalnya terdapat pada sel otot, tendon, ligamentum, sendi, dinding saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dan lain sebagainya. Akan tetapi, sesungguhnya interoreseptor terdapat di seluruh tubuh manusia. Interoreseptor yang membantu koordinasi dalam sikap tubuh disebut kinestesis.

1.    INDERA PENGLIHAT (Mata)
Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata.









Gbr. Struktur bola mata dilihat dari samping
•Bola Mata
Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.
a. Sklera
Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.
b. Koroid
Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.
c. Retina
Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.
Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisi vitreous humor. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar.
Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis.
Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis.
Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata.
•Fungsi Mata
Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima
kali yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.
Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel konus) dan sel batang (sel basilus). Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu. Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama pigmen ungu yang terdapat pada sel batang. Oleh karena itu, pigmen pada sel basilus berfungsi untuk situasi kurang terang, sedangkan pigmen dari sel konus berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk membedakan warna, makin ke tengah maka jumlah sel batang makin berkurang sehingga di daerah bintik kuning hanya ada sel konus saja.
Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin, yaitu suatu senyawa protein dan vitamin A. Apabila terkena sinar, misalnya sinar matahari, maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A. Pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Untuk pembentukan kembali memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut juga adaptasi rodopsin). Pada waktu adaptasi, mata sulit untuk melihat.
Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang merupakan gabungan antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus, yaitu sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Dengan ketiga macam sel konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Kerusakan salah satu sel konus akan menyebabkan buta warna.
Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum proximum). Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik jauh (punctum remotum). Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang masuk ke mata tampak seperti kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh dari obyek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak paralel. Lihat Gambar 11.18. Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat harus direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina agar obyek terlihat jelas. Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang jelas disebut pemfokusan.
Cara kerja mata manusia pada dasarnya sama dengan cara kerja kamera, kecuali cara mengubah fokus lensa. Persamaan dan perbedaannya disajikan pada Tabel.


2.    INDERA PENDENGAR (TELINGA)
Sensasi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga. Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara pada manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan otak. Melalui indera pendengaran ini kita bisa membedakan suarasuara yang keras, lemah dan lembut dari suatu dialog percakapan, atau mendengarkan nada-nada musik yang indah. Indra yang digunakan untuk mendengarkan adalah telinga yang akan terstimulasi oleh adanya gelombang suara.
Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar berfungsi sebagai pengumpul suara yang kemudian di salurkan ke telingat tengah melalui lubang auditori.Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.
Gelombang suara adalah suatu energi yang dihasilkan dari pemampatan dan perengangan molekul yang dihasilkan oleh sumber bunyi. Ketika penala bergetar ketika dia bergerak ke satu arah, maka dia akan menyebabkan pemempatan molekul udara yang searah, lalu ketika penala bergerak ke arah sebaliknya, hal ini akan menyebabkan perenggangan molekul udara di sekitarnya. Hal ini berlangsung terus menerus, sehingga menghasilkan gelombang udara yang terdiri dari pemampatan dan perenggangan molekul udara.
Di telinga tengah ini terdapat gendang telinga yang fungsinya untuk mengubah suara menjadi getaran yang kemudian disalurkan oleh tulang martil, landasan dan sanggurdi ke telinga bagian dalam. Telinga dalam terdiri dari koklea, saluran separuh bulat dan saraf auditori yaitu saraf pendengaran yang menghantarkan getaran atau pesan pendengaran dari koklea ke otak untuk ditafsirkan. Di otak pula, terdapat pusat pendengaran yang akan memproses getaran-getaran yang sampai dan getaran ini akan ditafsirkan sebagai pendengaran. Disebabkan hal inilah, kita dapat menikmati sensasi pendengaran.
•Susunan Telinga
Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.


1. Telinga luar yang terdiri dari
a. Daun telinga (pinna)
b. Liang telinga (meatus akustikus eksternus)
c. Gendang telinga (membran timpani)
2. Telinga tengah, yang terdiri dari tulang-tulang pendengaran (MIS)
a. Maleus
b. Inkus
c. Stapes
3. Telinga dalam yang terdiri dari koklea yang berisi organ corti tempat terdapatnya saraf pendengaran










Gbr. Struktur telinga pada manusia

•Cara kerja indra pendengaran
Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan
limfa dalam saluran tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar.
Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput
basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah.
Ketika rambut-rambut sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls). Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran.
•Susunan dan Cara Kerja Alat Keseimbangan
Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus clan sakulus.
Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.
•Hal-hal yang mempengaruhi pendengaran:
1. Intensitas dan desibel.
Intensitas menunjuk ke seberapa besar perubahan tekanan dalam gelombang dan tingkat intensitas dihubungkan ke sensasi kerasnya suara. Satuan yang digunakan untuk mengukur intensitas tekanan suara adalah decibel (dB).http://psikologi.or.id
2. Frekuensi
Frekuensi suara adalah jumlah perubahan lingkaran tekanan yang terjadi dalam 1 detik. Satu lingkaran per detik disebut satu Hertz (Hz). Indera pendengaran manusia dapat membedakan berbagai kualitas nada (warna nada) dan keras lemahnya suara nada.
3. Amplitudo
Amplitudo yaitu keras lemahnya bunyi. Amplitudo suatu bunyi sangat tergantung dari besarnya energi. Suatu nada dapat memiliki frekuensi yang sama tetapi berbeda amplitudonya.
•Cara kerja indra pendengaran
Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Getaran struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum.                  Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah.
Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basiler yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar.                   Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika rambut-rambut sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls). Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam.

3.    INDERA PERABA (Kulit)
Indra peraba merupakan indera yang sederhana. Kepekaan peraba pada manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir.
Reseptor peraba terdapat pada kulit jari, bibir, dan relatif jarang pada kulit tubuh. Pada bibir, ujung jari, ujung lidah dan alat kelamin terdapat banyak sekali reseptor dengan serabut saraf sensorik. Dengan demikian, ujung jari dapat membedakan dua titik rangsangan bahkan bila jarak kedua titik 1 mm.  Hal tersebut disebabkan karena masing-masing titk rangsangan akan mengenai reseptor pada neuron yang berbeda sehingga otak dapat membedakan dua titik rangsang tersebut.
•Klasifikasi Reseptor
Berdasarkan sumber rangsangan :
1.    Ekteroreseptor, terletak pada permukaan tubuh dan berespons terhadap rangsangan eksterna atau luar.
2.    Proprioreseptor, berespons terhadap perubahan posisi dan pergerakan terutama berhubungan dengan sistem muskuloskeletal.
3.    Interoreseptor, terletak pada visera/ alat dalam dan pembuluh darah.
Berdasarkan morfologi :
1.  Badan terakhir yang bebas/ terbuka (tanpa kapsul) yang tak berhubungan dengan tipe sel lainnya.
2.  Badan akhir yang berkapsul (korpuskular) yang mengandung unsur bukan saraf di samping saraf badan akhir saraf.
•Kulit terdiri dari 3 lapisan :
1.  Epidermis, yaitu bagian terluar dari lapisan kulit.
2.  Dermis, terdapat kelenjar dan saluran keringat bulbus rambut, volicall rambut, akar rambut, dan kelenjar sebaseus.
3.  Sebcuta neaus, pembulu darah, syaraf cutaneus dan jaringan otot.
 Reseptor kulit dan hamtaran implus terletak di syaraf perifer. Saraf sensoris yang berada pada kulit merupakan saraf telanjang, artinya saraf yang tidak bermielin.
Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan.
•Fungsi kulit :
1.   Monoreseptor, yang berkaitan dengan indera peraba, tekanan gerakan, kinestesi.
2.   Thermoreseptor, yang berkaitan dengan penginderaan yang mendeteksi panas dan    dingin.

Pengertian Sensasi,persepsi,atensi

BAB I
PENDAHULUAN


I.1 Latar Belakang

            Proses sensasi dan persepsi pada manusia, adalah proses manusia dalam menerima informasi sensoris energi fisik dari lingkungan melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal neural yang bermakna. Proses penginderaan itu melalui rangsang dari inderawi. Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi dari lingkungan luar.

Persepsi persepsi (perception) berasal dari bahasa Latin perception,yang artinya menerima atau mengambil. Persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana cara seseorang memandang atau mengartikan sesuatu, Sensasi dan persepsi berasal dari stimulus. Stimulus adalah bagian dari respon stimuli yang berhubungan kelakuan.

Atensi merupakan proses mental yg menggunakan sumber daya mental untuk mengarahkan dan menfokuskan proses mental. Sumber daya mental ini terbatas, sehingga semakin kita membutuhkan atensi pada suatu tugas tertentu, semakin kurang kemampuan kita dalam mengerjakan tugas yang lain.

Persepsi adalah proses mengatur dan mengartikan informasi sensoris untuk memberikan makna.





Sistem visual menjelaskan bagaimana sistem visual memungkinkan kita untuk melihat dan dengan berkomunikasih dengan otak memersepsikan dunia. Mata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang di bungkus oleh tiga lapisan dari luar ke dalam.isi bola mata terdiri atas lensa , badan bening dan cairan dalam mata.indera penglihatan juga dinamakan fotoreseptor karena mampu menerima rangsang fisik yang berupa cahaya.

Sistem auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga. Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara pada manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan otak.

   Indra pengecapan   hanya ada lima  rasa dasar,molekul tertentu dimana satu atau lain neuron juga direspons lidah: pahit(punggung lidah, sebagian besar), manis (ujung lidah, sebagian besar), asin (bagian depan lidah, sebagian besar), asam (bagian belakang lidah, sebagian besar) umami.

Indra penciuman adalah salah satu fungsi untuk membedakan makanan yang busuk dan yang masih segar.
                               
Indra peraba merupakan indera yang sederhana. Kepekaan peraba pada manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir.
Reseptor peraba terdapat pada kulit jari, bibir, dan relatif jarang pada kulit tubuh. Pada bibir, ujung jari, ujung lidah dan alat kelamin terdapat banyak sekali reseptor dengan serabut saraf sensorik.

Indra kinestetik - vestibular adalah memberikan informasi mengenai pergerakan dan posisi anggota gerak tubuh serta bagian tubuh lain yg terkait satu sama lain.



I.2 Rumusan Masalah
a. Apakah yang dimaksud dengan senssasi dan persepsi?
b. Bagaimana  atensi berkerja ?
c. Bagaimana kontak mata dalam mengarahkan pesan visual?
d. Apakah manfaat belajar visual auditori?
e. Bagaimana cara kerja lidah?
f. Bagaimana cara kerja penciuman?
g. Bagaimana cara kerja perabaan?
h. Apa manfaat belajar kinestetik - vestibular?


I.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui sensasi dan persepsi
b. Untuk bagaimana mengetahui atensi
c. Untuk mengetahui kontak mata
d. Untuk mengetahui manfaat belajar auditori pendengaran
e. Untuk mengetahui cara kerja lidah
f. Untuk mengetahui cara kerja penciuman
g. Untuk mengetahui cara kerja perabaan
h. Untuk mengetahui manfaat kinestetik –  vestibular

1.4  Manfaat

       Dalam pembuatan makalah ini , saya menggunakan proses pencarian materi terhadap buku-buku yang relevan dan mencari bahan terhadap pembahasan
sensasi, persepsi, atensi, visual – auditori – pengecap, penciuman, perabaan (indra kulit).



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sensasi

 Sensasi

Sensasi adalah proses manusia dalam menerima informasi sensoris (energi fisik dari lingkungan) melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal neural yang bermakna. Proses penginderaan itu melalui rangsang dari inderawi. Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi dari lingkungan luar.
Ambang batas

Adalah bidang ilmu yang mempelajari kaitan antara properti fisik dari rangsangan, dan bagainaba seseorang mengalaminya.

Ambang batas absolut
Ambang batas absolut Jumlah energi rangsangan minimun yang dapat didekteksi seseorang.

2.2 Atensi dan Persepsi
Antensi

Memiliki fungsi selektif  Mampu beralih (shiftable)  Stimulus yg relevan yg lebih mendapatkan perhatian.  Atensi merupakan proses mental yg menggunakan sumber daya mental untuk mengarahkan dan menfokuskan proses mental.  Sumber daya mental ini terbatas, sehingga semakin kita membutuhkan atensi pada suatu tugas tertentu, semakin kurang kemampuan kita dalam mengerjakan tugas yang lain.


Persepsi
Adanya perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa seseorang menyenangi suatu obyek, sedangkan orang lain tidak senang bahkan membenci obyek tersebut. Hal ini sangat tergantung bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan persepsinya. Pada kenyataannya sebagian besar sikap, tingkah laku dan penyesuaian ditentukan oleh persepsinya.

Pemrosesan bawah ke atas     
Pemrosesan yang di awali oleh reseptor sensoris mencatat informasi dari lingkungan dan mengirimkan ke otak untuk menganalisis dan interpretasi.

Pemrosesan dari atas ke bawah
Pemrosesan informasi persepsi yang di mulai dengan proses kongitif pada tingkat otak yang lebih tinggi.

2.3 Sistem Visual
Cahaya

Cahaya adalah bentuk energi elektromagnetik yang dapat digambarkan dengan panjang gelombang. Tiga karakteristik cahaya adalah hue,amplitudo, dan kemurnian. Mata merespon cahaya dalam rentang yang sempit (400-700nm). Cahaya melewati kornea mata dan lensa menuju retina, permukaan sensitif cahaya dibelakang mata yang memiliki reseptor cahaya yang disebut batang (yang berfungsi pada pencahayaan rendah) dan kerucut (yang bereaksi terhadap warna). Fovea pada retina hanya mengandung kerucut dan menajamkan detail pada gambar. Sel ganglion menginterpretasi informasi visual yang datang dan mengirimkannya ke otak.

Warna

   Teori persepsi warna trikromatik mengatakan bahwa ada 3 macam reseptor warna di retina yang memungkinkan kita memersepsikan 3 warna (hijau, merah, dan biru). Teori pemrosesan berlawanan menyatakan bahwa sel-sel pada sistem visual merespons pada merah-hijau dan biru-kuning. Kedua teori kemungkinan besar benar, mata dan otak menggunakan kedua metode ini untuk mengkode warna.

   Persepsi bentuk adalah kemampuan membedakan objek dari latar belakang. Hubungan bentuk-latar adalah prinsip psikologi gestalt yang menekankan bahwa manusia biasanya mengatur persepsi mereka berdasarkan pola-pola. Persepsi kedalaman adalah kemampuan memersepsi objek secara 3 dimensi. Persepsi kedalaman tergantung pada isyarat binokular dan isyarat monokular.
Struktur Mata
    Pupil :
-         Berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yg masuk ke mata
-         Bila cahaya terlalu banyak pupil akan mengecil.
-         Bila cahaya terlalu sedikit pupil akan membesar.
    Iris :
-         Berfungsi meneruskan cahaya yang masuk mata ke retina.
-         Terletak di belakang kornea.
kornea :
-         Berfungsi meneruskan cahaya yang masuk mata ke retina.
-         Bersifat transparan dan tidak berpembuluh darah.
      Lensa :
-         Terletak dibelakang iris dan pupil
-          Berfungsi memfokuskan cahaya yg masuk ke mata agar jatuh tepat diretina.
-         Retina bersifat elastis.
-         Cahaya jatuh tepat di retina membuat kita dapat melihat benda dengan jelas.

PERSEPSI VISUAL - PROSES PARAREL
 Pada persepsi visual, orang harus menyadari “apa” yang dilihat dan “dimana” letaknya, untuk dapat berespon dengan tepat.  
 What pathway → terletak di lobus temporal, memproses informasi mengenai apa benda tersebut termasuk warna, bentuk dan tekstur. Mis : mengenali wajah. 
 Where pathway → terletak di lobus parietal, berkaitan dengan proses informasi pergerakan dan kedalaman benda. Mis : untuk menyeberang jalan.
Buta warna
Kebanyakan yang buta warna , dengan mayoritas laki – laki dapat meliht sebagia warna, tetapi tidak dapat melihat warna yang lain. Buta warna yang di alami tergantung dari mana ketiga bentuk kerucut yang tidak berkerja, ketiga sistem kerucut itu adalah hijau,merah dan biru. Dalam bentuk buta warna yang paling umum, kerucut hijau tidak berfungsi, sehingga membuat hijau tidak bisa dibeakan dari kombinasi merah, dan biru tertentu.
Teori proses berlawanan (oppenent-process-theory)

Yang menyatakan bahwa sel dalam sistem visual merespon pada warna merah-hijau dan biru-kuning; sel tertentu dapat di aktifkan oleh merah dan dihambat oleh hijau, sendangkan sel lain diaktifkan oleh kuning dan dihambat oleh biru.
MEMPERSEPSIKAN BENTUK, PERSEPSI KEDALAMA, PERSEPSI GERAK, KONSTANSI
Persepsi Bentuk

Sebuah prinsip di mana individu mengatur medan persepsi menjadi rangsangan yang menonjol (bentuk) dan yang diabaikan (latar).
Persepsi Kedalaman

Adalah kemampuan mempersepsikan objek secara tiga dimensi. Karena kita memiliki dua mata, kita memiliki sudut pandang terhadap dunia, satu dari setiap mata. Isyana binokular adalah syarat kedalaman yang bergantung pada kombinasi gambar pada mata kiri dan mata kanan dan cara mata berkerja sama.
Persepsi Gerak

Persepsi gerak memainkan peran penting terhadap kelangsungan hidup berbagai spesies. Bahkan, bagi beberapa binatang,persepsi gerak sangat krisis bagi kelangsungan hidup.
Deteksi gerakan  :
 1. Terdapat neuron khusus yg mendeteksi gerakan
2. Feedback dari badan 
3. Informasi dari lingkungan 


Terdapat dua bentuk, yaitu :

 1. Stroboscopic motion, yaitu ilusi pergerakan yang diciptakan melalui stimulasi yang terus menerus pada bagian-bagian yang berbeda di retina. Misalnya : film kartun
 2. Movement aftereffects, terjadi ketika kita melihat gerakan yang terus menerus kemudian melihat ke permukaan lain, terlihat bergerak dengan arah yang berlawanan.


Persepsi kostanta
Adalah pengenalan bahwa objek bersifat konstan, meskipun masukan sensoris mengenai benda tersebut berubah. Kita mengalami tiga tipe kostanta persepsi : kostanta ukuran, kostanta bentuk, dan kostanta kecerahan.


Ilusi Visual

Ilusi visual muncul ketika terjadi ketidaksesuaian antara kenyataan dan perwakilan persepsi mengenai hal ini. Ilusi adalah sebuah hal yang tidak benar, tetapi bukan sesuatu yang  abnormal. Hal ini dapat memberikan kita gambaran mengenai bagaimana proses persepsi kita berkerja.

2.4 Sistem Auditori

   Bunyi atau gelombang bunyi adalah getaran di udarabyang diproses oleh sistem auditor. Gelombang suara berbeda panjang gelombangnya. Panjang gelombang menentukan frekuensi. Tinggi nada adalah interpretasi persepsi terhadap frekuensi. Amplitudo, diukur dengan desibel, dipersepsikan sebagai kekerasan. Bunyi kompleks melibatkan campuran beberapa frekuensi. Timbre adalah saturasi nada, atau persepsi kualitas dari bunyi.
Struktur dan Fungsi Telinga

Outer Ear
a. Pinna
 b. External auditory canal   (terusan pendengaran) 
Middle Ear
 a. Gendang telinga
 b. Tiga tulang kecil   (hammer, anvil, stirrup) 
Inner Ear
 a. Oval window (jendela oval)
 b. Cochlea (rumah siput)
c. Basilar membrane (selaput basiler)

Bagian-bagian telinga dan fungsinya :
Telinga luar :
-          membantu memusatkan getaran/gelombang suara
Telinga tengah :
 -     meneruskan getaran dan menyeimbangkan
-      tekanan udara antara telinga dalam dan lingkungan
Telinga dalam : 
-          meneruskan getaran ke organ korti dan tempat terdapatnya sel reseptor suara








Proses Pendengaran

Gelombang suara→ daun telinga→ liang telinga→ menggetarkan gendang telinga→ getaran ditransmisikan melintasi telinga tengah ( tiga tulang pendengaran a. Tulang martil b. Tulang landasan c. Tulang sanggurdi)→ getaran tulang sanggurdi ditransmisikan ke telinga dalam jendela oval ke koklea→ cairan limfa di dalam koklea bergetar→ menimbulkan getaran dalam membran basiler→ menggerakkan sel rambut di dlm organ korti terhadap membran tektorial→ timbul potensial aksi pada akson dari serabut auditori otak


  GANGGUAN PENDENGARAN

1. Conduction Deafness  Disebabkan kerusakan pada sistem mekanik yg                                                                                     c   menghasilkan suara di cochlea 

 2. Nerve Deafness Disebabkan kerusakan sel reseptor atau pada  saraf                p      ,    pendengaran


2.5 Indra Pengecapan

     Hanya ada empat rasa dasar, molekul tertentu dimana satu atau lain neuron juga direspons lidah: pahit(punggung lidah, sebagian besar), manis (ujung lidah, sebagian besar), asin (bagian depan lidah, sebagian besar), asam (bagian belakang lidah, sebagian besar). Sebagaimana kita tahu, tidak ada batas-batas tegas disini, dan semua rasa bisa ditemukan hampir di setiap bagian lidah, dan bahkan beberapa bagian di dalam lidah dan bibir anda.




     Terdapat sekitar 10.000 pucuk perasa di lidah, yang diikat dalam papillae (benjolan di seluruh lidah anda). Pucuk-pucuk perasa itu adalah kumpulan badan neuron yang melapisi lubang-lubang kecil pada papillae, dan kelihatan seperti ikatan mikroskopis pisang-pisang. Molekul-molekul dari makanan yang kita makan tercampur dengan air liur dan menemukan jalan ke lubang-lubang kecil dan ke permukaan neuron. Seperti sebuah anak kunci yang masuk ke lubang kunci, molekul-molekul ini membuka pori-pori pada membrane sel dan memulai proses pembakaran neuron yang sangat mirip dengan cara yang dilakukan neurotransmitter diantara neuron-neuron.


Proses penetrasi → proses dari pemberian rangsangan sampai munculnya suatu kesan.  
After taste (sensasi iringan) → setelah ada rangsangan, kesan tidak segera hilang, misalnya  : rasa pahit.  
Perangsangan alat pengecap dapat menimbulkan respon fisik yaitu refleks. Misalnya, mengeluarkan air liur, memuntahkan makanan.


2.6 Indra Penciuman

Pada manusia, berguna dlm memilih makanan (rasa) dan melacak bau Beberapa ahli beranggapan bahwa terdapat 4 bau dasar : wangi (mawar), segar (cemara), pedas (kayu manis) dan busuk (telur busuk).
Pada dasarnya, manusia dapat mencium berbagai macam bau, namun mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi nama - nama bau.

Epitel Olfaktori
Yang berada di langit - langit rongga narsal (narsal cavitiy) terdiri atas lembaran sel reseptor utunk aroma. Sehingga, mengendus memaksimalkan kemungkinan kita mendeteksi aroma. Sel reseptor dipenuhi oleh antena halus mirip rambut yang berada di atas rongga narsal dan melakukan kontak dengan kontak dengan udara saat menuju tenggorokan dan paru-paru. Hal yang menarik adalah,berbeda dengan kebanyakan neuron pada sistem sensoris yang lain, neuron pada epitel olfaktori cennderung untuk memperbaiki diri jika rusak.

Pheromones
-  Bahan kimia yg dikeluarkan oleh binatang, biasanya utk menarik lawan jenisnya      -  Merupakan bentuk komunikasi yg paling primitif
-  Penelitian menunjukkan bahwa hal ini jg ada pengaruhnya pada manusia →                                                        s  wanita tertarik pada bau laki-laki
- Berperan pula dalam sinkronisasi siklus menstruasi pd wanita
- Pheromones dapat mempengaruhi mood
- Manusia dapat mendeteksi bau ketakutan.

2.7  Sistem Kulit

-          Stimulus taktil/mekanik  adalah rangsang eksternal yang bersentuhan atau kontak dengan kulit.
-          Kulit berespon terhadap stimulus  berbeda-beda : tekanan, getaran, panas, dingin dan berbagai kejadian yang merusak jaringan kulit (rasa sakit)
-          Sensasi dingin dan panas dihasilkan oleh objek yg menyebabkan perubahan suhu kulit
-          Sensasi rasa sakit disebabkan oleh berbagai stimulus yg berbeda, biasanya menyebabkan kerusakan  pd kulit.



Terdapat 3 jenis reseptor (cutaneous senses) :   
  Tekanan (pressure)
  Temperatur
  Nyeri (pain)

Tekanan (pressure)
Stimulus untuk sensasi tekanan adalah energi mekanik yg ditujukan pada kulit, Sensitivitas kita terdapat tekanan paling besar di bibir, hidung dan pipi; paling kecil di ibu jari kaki. 

Tempreratur
-          Terdapat reseptor dingin dan panas
-           Reseptor dingin tidak hanya berespon terdapat temperatur rendah namun juga  pada temperatur yg sgt tinggi (45 derajat celcius) → 2 reseptor bekerja
-          Beradaptasi penuh thd perubahan sedang dalam temperatur

 Nyeri (pain)
-          Semua stimulus yg cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan jaringan atau stimulus yg berlebihan adlh stimulus utk nyeri
-          Sensasi nyeri berguna untuk survival → mengingatkan kita akan adanya kerusakan pada badan kita

-           Reseptor nyeri terdapat di seluruh tubuh : di kulit, jaringan sekitar otot, organ dalam, dan di membran sekitar tulang. 

 Terdapat 2 lajur saraf berbeda dalam mengirim isyarat nyeri ke otak :
  
Lajur cepat (fast pathway)
- Langsung berhubungan dgn thalamus → area motorik dan sensorik di korteks  v.serebral  - Memberi informasi tajam, lokalisasi nyeri 
- Fase fasik = nyeri yg dirasakan segera saat merasakan cedera 
- Fase fasik biasanya singkat dan intensitasnya meningkat dan turun dengan cepat  - Berfungsi sebagai warning system → memberi informasi segera mengenai luka

Lajur lambat (slow pathway)
- Informasi nyeri melalui sistem limbik → korteks serebral 
- Berfungsi untuk mengingatkan otak bahwa luka pernah terjadi, shg aktivitas ...normal perlu dikurangi, dan nyeri perlu dipantau 
- Fase tonik = nyeri yg dirasakan setelah cedera terjadi 
- Fase tonik biasanya berlangsung lama dan stabil, seringkali parah.  

Teori kontrol gerbang  (gate-control theory) 
 - Spinal column terdiri dari gerbang saraf yg dapat dibuka (memungkinkan persepsi nyeri) atau ditutup (memblok persepsi nyeri)  
- Otak dapat mengirim signal turun ke spinal cord untuk menutup gerbang dan menekan sensasi nyeri
Phantom Limbs
- Sensasi yang jelas dan realistik bahwa bagian yg hilang dalam tubuh masih ada. 
- Ketika saraf sensoris dan sakit dari satu bagian tubuh diputus, maka area dari  ...korteks somatosensoris menjadi sensitif terhadap input dari bagian tubuh yg ...teraktivasi di dekat korteks somatosensoris bagian tubuh yg hilang. 
Kontrol rasa sakit
1. Distraksi
2. Pernafasan
3. Counterstimulation
4. Bedah, obat, akupunktur, pijat, hipnotis

2.8  Kinestetik dan Keseimbangan
Indra kinestetik memberikan informasi mengenai pergerakan, postur dan orientasi. Untuk melakukan melakukan koordinasi motorik yang paling sederhana sekali pun, seperti pengambilan buku dari rak buku, otak secara konstan menerima informasi dari seluruh bagiaan tubuh. Tubuh anda memiliki indra yang memberikan informasi pergerakan orientasi keruangan dan juga membantu mempertahankan.
Indra keseimbangan indra yang memberi informasi mengenai keseimbangan dan pergerakan.
Kinestetik dan vestibular → proprioceptive feedback = memberikan informasi mengenai pergerakan dan posisi anggota gerak tubuh serta bagian tubuh lain yg terkait satu sama lain 
 Informasi dari indera penglihatan mendukung kombinasi indera kinestetik dan vestibular. 

SNOEZELEN ROOM




Konsep didasarkan pada keyakinan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar:
1. Mencari stimulasi sensasi
2. Memahami dunia
3. Untuk relaksasi
4. Untuk kesenangan 
Asumsinya adalah jika seseorang gagal memenuhi kebutuhan ini dari dunia luar maka ia akan mencarinya di dalam (kecemasan dan maladaptasi) 

















BAB III
PENUTUP


3.1  KESIMPULAN

Sensasi merupakan tahap awal dalam penerimaan Informasi. Sensasi meliputi 5 macam alat indra yaitu. Sensasi pengeliatan, sensasi pendengaran, sensasi penciuman, sensasi pengecapan, sensasi perabaan. dalam proses penerimaan informasi.
Persepsi adalah intergrasi dari pengalaman yang ditimbulkan oleh stimululus sederhana. Atensi adalah pemusatan pikiran, dalam bentuk objek stimulan atau kelompok pikiran. Faktor yang memperngaruhi terdiri dari faktor internal dan eksternal.
Sistem visual menjelaskan bagaimana sistem visual memungkinkan kita untuk melihat dan dengan berkomunikasih dengan otak memersepsikan dunia. Sistem auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga. Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara pada manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan otak.
            Indra pengecapan   hanya ada lima  rasa dasar,molekul tertentu dimana satu atau lain neuron juga direspons lidah: pahit(punggung lidah, sebagian besar), manis (ujung lidah, sebagian besar), asin (bagian depan lidah, sebagian besar), asam (bagian belakang lidah, sebagian besar) umam.Indra penciuman adalah salah satu fungsi untuk membedakan makanan yang busuk dan yang masih segar.
Indra peraba merupakan indera yang sederhana. Kepekaan peraba pada manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir.